I.
LEMBAR
KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
KONSENTRASI, SUHU, DAN LUAS PERMUKAAN
II.
Tujuan
Praktikum
Tujuan
praktikum adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi, suhu, dan luas
permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.
III.
Alat
dan bahan
Alat: Bahan:
a.
Stopwatch a. Larutan Na2S2O3
0,1 M; 0,5 M
b.
Balon b. Larutan HCl 0,1 M, 0,05
M, 1 M
c.
Beker glass 50 m c. Batu marmer (CaCO3)
serbuk
d.
Gelas ukur 10 ml dan kepingan
e. Neraca/
timbangan
f. Termometer
g. Kertas
dan spidol
IV.
Dasar
teori
Dari
pengalaman sehari-hari, kita dapat mengetahui laju reaksi dipengaruhi oleh
berbagai faktor. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yakni :
1. Konsentrasi
Makin
pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah partikel
zat terlarut semakin banyak. Zat yang konsentrasinya besar mengandung jumlah
partikel yang lebih banyak, sehingga partikel-partikelnya tersusun
lebih rapat dibanding zat yang konsentrasinya rendah. Partikel yang
susunannya lebih rapat, akan lebih sering bertumbukan dibanding dengan
partikel yang susunannya renggang, sehingga kemungkinan terjadinya reaksi
makin besar.Semakin banyak
tumbukan, maka reaksi berlangsung lebih cepat.
2. Suhu / Temperatur
Laju
reaksi bertambah dengan naiknya suhu. Menaikkan suhu reaksi berarti menambah
energi yang diserap oleh molekul-molekul sehingga energi kinetik molekul
bertambah besar. Akibatnya, molekul-molekul bergerak lebih cepat dan tumbukan
akan lebih sering terjadi, laju reaksi makin tinggi. Suhu
atau temperatur ternyata juga memperbesar energi potensial suatu zat.
Zat-zat
yang energi potensialnya kecil, jika bertumbukan akan sukar menghasilkan
tumbukan efektif. Hal ini terjadi karena zat-zat tersebut tidak
mampu melampaui energi aktivasi. Dengan menaikkan suhu, maka hal ini
akan memperbesar energi potensial, sehingga ketika bertumbukan akan
menghasilkan reaksi.
Secara kuantitatif dapat dituliskan sebagai berikut:

t2 = (1/2)∆T/10 . t1
3. Luas permukaan
bidang sentuh
Untuk
campuran yang heterogen, reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran atau
disebut bidang sentuh. Jika luas permukaan bidang sentuh zat makin besar maka
kemampuan bersentuhan akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan sering terjadi
dan laju reaksi makin meningkat. Semakin halus ukuran kepingan zat padat,
semakin luas permukaannya.
4.
Katalis / Katalisator
Katalis adalah zat yang mempercepat laju reaksi dan
dianggap tidak terlibat dalam reaksi karena diawal dan diakhir reaksi katalis
diperoleh kembali denagn jumlah yang tetap. Sebenarnya secara mekanisme reaksi,
katalis terlibat didalam reaksi yaitu
dengan membentuk senyawa antara (senyawa intermediet) yang energi aktifasinya
lebih rendah, sehingga laju reaksinya semakin cepat.
Kesamaan reaksi dari reaksi yang menggunakan katalis
dapat ditentukan dari tahap reaksi yang berjalan lambat (disebut rade ditermind
step atau tahap pembentukan reaksi). Yaitu : laju reaksi = hasil kali konsentrasi
pereaksi pangkat koefisien masing-masing.

V = k [A]n[B]n
V.
Langkah
kerja
1. Pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi
a. Mengambil
10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian memasukkan
ke dalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi
tanda silang dengan spidol. Mengukur dan mencatat suhunya.
b. Mengambil
10 ml larutan HCl 0,1 M dan memasukkan kedalam beker glass ukur serta mencatat
suhunya. Menambahkan larutan HCl kedalam larutan Na2S2O3,
bersamaan dengan menambahkan larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati
tanda silang pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera mematikan
stopwatch. Mencatat waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
c. Mengambil
5 ml larutan Na2S2O3 0,1 M kemudian memasukkan
kedalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi
tanda silang dengan spidol. Menambahkan 5 ml aquades kedalam larutan Na2S2O3
0,1 M tersebut.
d. Mengambil
5 ml larutan HCl 0,1 M kemudian memasukkan ke dalam beker glass dan menambahkan
5 ml aquades kedalam larutan HCl 0,1 M tersebut. Penambahkan larutan HCl
kedalam larutan Na2S2O3, bersamaan dengan
menambahkan larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati tanda silang
pada kertas sampai tidak terlihat lagi dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat
waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
e. Mengulangi
percobaan langkah 1.c dan 1.b (untuk 5 ml larutan Na2S2O3
0,1 M + 5 ml aquades dengan 10 ml larutan HCl 0,1 M).
2. Pengaruh
suhu terhadap laju reaksi
a. Mengambil
10 ml Na2S2O3 0,1 M kemudian memasukkannya
kedalam beker glass dan meletakkannya diatas kertas putih yang sudah diberi
tanda silang dengan spidol. Mengukur dan mencatat suhu larutan tersebut (misal
300C).
b. Mengambil
10 ml larutan HCl 0,1 M kemudian memasukkannya kedalam beker glass, mengukur
dan mencatat suhunya (misal 300C). Menambahkan larutan HCl ke dalam
larutan Na2S2O3, bersamaan dengan menambahkan
larutan HCl tersebut hidupkan stopwatch. Mengamati tanda silang pada kertas
sampai tidak terlihat lagi dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat waktu
yang diperlukan untuk bereaksi.
c. Mengulangi
percobaan langkah 1a dan 1b dua kali untuk suhu 400C dan 500C
(caranya dengan memanaskan larutan Na2S2O3 dan
HCl sampai suhunya naik 100C dan 200C dari langkah 2a dan
2b kemudian mencampurkan larutan tersebut).
3. Pengaruh
luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi
a. Menimbang
1 gram batu marmer (CaCO3) serbuk dan memasukkannya ke dalam balon.
b. Mengambil
3 ml larutan HCl 1 M kemudian memasukkannya ke dalam tabung reaksi.
c. Memasang
balon yang berisi serbuk CaCO3 ke
mulut tabung reaksi berisi larutan HCl tetapi serbuk CaCO3 jangan
dimasukkan ke dalam larutan HCl dahulu.
d. Memasukkan
serbuk CaCO3 dalam balon yang sudah terpasang pada tabung reaksi ke
dalam larutan HCl, bersamaan dengan itu hidupkan stopwatch. Mengamati yang
terjadi hingga balon berdiri tegak dan segera untuk mematikan stopwatch. Mencatat
waktu yang diperlukan untuk bereaksi.
e. Mengulangi
langkah 2.a-2.d untuk 1 gram CaCO3 kepingan denngan larutan HCl 1 M.
VI.
Data
pengamatan
NO
|
Percobaan
|
Suhu (0C)
|
Waktu reaksi (menit, detik)
|
1
|
10
ml lar Na2S2O3 0,1 M + 10 ml lar HCl 0,1 M
|
-
|
1
menit 40 detik
|
5
ml lar Na2S2O3 0,1 M ( + 5 ml aquades) + 5
ml lar HCl 0,1 M ( + 5 ml aquades)
|
-
|
4
menit 40 detik
|
|
5
ml lar Na2S2O3 0,1 M ( + 5 ml aquades) + 10
ml lar HCl 0,1 M
|
-
|
5
menit 16 detik
|
|
2
|
10
ml lar Na2S2O3 0,1 M + 10 ml lar HCl 0,1 M
|
29+280C
|
1
menit 40 detik
|
10
ml lar Na2S2O3 0,1 M + 10 ml lar HCl 0,1 M
|
390C
|
43
detik
|
|
10
ml lar Na2S2O3 0,1 M + 10 ml lar HCl 0,1 M
|
490C
|
35
detik
|
|
3
|
1
gram serbuk CaCO3 + 5 ml lar HCL 1M
|
-
|
4
detik
|
1
gram kepingan CaCO3 + 5 ml lar HCL 1M
|
-
|
2
menit
|
VII.
Pembahasan
·
Dari percobaan dengan
mencampurkan 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M +10 ml
larutan HCl 0,1 M diperoleh waktu reaksi selama 00:01:40.
Dari percobaan dengan
mencampurkan 5 ml larutan Na2S2O3
0,1 M( + 5 ml aquades)+ 5 ml larutan HCl 0,1 M( + 5 ml aquades) diperoleh waktu
reaksi selama 00:04:40.
Dari percobaan dengan
mereaksikan 5 ml larutan Na2S2O3
0,1 M( + 5 ml aquades)+ 10 ml larutan HCl 0,1 M diperoleh waktu reaksi
selama 00:05:16.
Hasil percobaan
menyatakan bahwa konsentrasi berpengaruh terhadap laju reaksi.
Pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi yaitu semakin besar konsentrasi berarti jumlah
partikel pereaksi bertambah banyak, sehingga peluang untuk terjadinya tumbukan
juga semakin besar. Akibatnya laju reaksinya meningkat semakin cepat.
·
Dari percobaan 10 ml larutan Na2S2O3
0,1 M +10 ml larutan HCl 0,1 M pada suhu 29
diperoleh waktu reaksi selama 00:01:40.
Dari
percobaan 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M +10 ml
larutan HCl 0,1 M pada suhu 39
diperoleh waktu reaksi selama 00:00:43.
Dari
percobaan 10 ml larutan Na2S2O3 0,1 M +10 ml
larutan HCl 0,1 M pada suhu 49
diperoleh waktu reaksi selama 00:00:35.
Hasil
percobaan menyatakan bahwa suhu dapat mempengaruhi cepat lambatnya laju reaksi.
Pengaruh suhu
terhadap laju reaksi yaitu jika suhu semakin tinggi maka energi potensial (Ek)
partikel pereaksi semakin besar. Akibatnya laju reaksinya bertambah cepat.
·
Dari percobaan
mereaksikan 1 gram serbuk CaCO3 + 5 ml larutan HCl 1 M diperoleh waktu reaksi
selama 00:00:04.
Dari
percobaan mereaksikan 1 gram kepingan CaCO3 + 5 ml larutan HCl 1 M
diperoleh waktu reaksi selama 00:02:00.
Hasil
percobaan menyatakan bahwa luas permukaan bidang sentuh mempengaruhi cepat
lambatnya suatu laju reaksi.
Pengaruh luas
permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi yaitu jika permukaan bidang sentuh
semakin luas maka laju reaksinya akan semakin cepat. Luas suatu bidang sentuh
dipengaruhi oleh ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel maka luas
permukaan bidang sentuh semakin besar. Jika ukuran partikel semakin besar maka
luas permukaan bidang sentuh semakin kecil.
VIII.
Kesimpulan
Pengaruh
dari faktor-faktor laju reaksi seperti Konsentrasi Pereaksi, suhu, dan luas
permukaan bidang sentuh adalah:
M Jika
Molaritas Konsentrasi pereaksi semakin besar maka laju reaksi akan semakin
cepat serta waktunya semakin pendek. Dan jika molaritas konsentrasi pereaksi semakin
kecil maka laju reaksinya akan semakin lambat serta membutuhkan waktu lebih
lama.
M
Jika suhu betambah
tinggi maka laju reaksinya semakin cepat dan waktunya semakin pendek. Dan jika suhu dikurangi laju reaksi akan semakin lambat
dan waktunya semakin lama.
M
Jika
luas permukaan bidang sentuhnya makin besar maka laju reaksinya akan semakin
cepat. Dan jika luas permukaan bidang sentuhnya makin kecil maka laju reaksinya
akan semakin lambat dan membutuhkan waktu lebih lama.
IX.
Jawaban
pertanyaan
1.
Na2S2O3 (aq) + 2HCl (aq) 2NaCl (aq) + S
(s) + SO2 (g) + H2O (l)
2.
Diketahui :
-
Volume1 Na2S2O3 : 5 ml -
Volume2 Na2S2O3 : 10 ml
-
Molar1 Na2S2O3 : 0,1 M
Ditanya : Molaritas Na2S2O3
yang terbentuk pada percobaan 1c ?
Jawab :
M1
. V1 =
M2 . V2
0,1
x 5 = M2 x 10
0,5 = 10 M2
M2 = 0,5
: 10
M2 = 0,05 M
Jadi,
molaritas Na2S2O3 yang terbentuk dari
percobaan tersebut adalah 0,05 M
3.
Diketahui :
- Volume1 HCl : 5 ml -
Volume2 HCl : 10 ml
-
Molar1 HCl :
0,1 M
Ditanya : Molaritas HCl yang terbentuk pada percobaan 1d ?
Jawab :
M1 . V1 = M2 . V2
0,1 x 5 = M2
x 10
0,5 = 10 M2
M2 = 0,5 : 10
M2 = 0,05 M
Jadi,
molaritas HCl yang terbentuk dari percobaan tersebut adalah 0,05 M
4.
Di antara CaCO3 serbuk dan kepingan, yang memiliki luas permukaan
bidang sentuh lebih besar adalah CaCO3
serbuk karena semakin halus ukuran kepingan zat padat, maka semakin luas
permukaannya.
5.
Makin pekat suatu larutan atau makin besar konsentrasi larutan, maka jumlah
partikel zat terlarut semakin banyak dan jarak antara partikel makin rapat,
sehingga kemungkinan bertumbukan lebih besar. Semakin banyak tumbukan, maka
reaksi berlangsung lebih cepat.
6.
Variabel bebas:
Konsentrasi larutan (Molaritas)
Variabel
terikat: Perubahan laju reaksi
7.
Pengaruh suhu tehadap
laju reaksi
Dalam
teori tumbukan jika suhu suatu larutan semakin tinggi, maka energy kinetic
partikel pereaksi semakin besar dan gerakannya menjadi semakin cepat sehingga
peluang terjadinya tumbukan semakin besar. Akibatnya laju reaksinya semakin
cepat.
8.
Variabel bebas: Tinggi
atau rendahnya suhu
Variabel
terikat: Perubahan laju reaksi
9.
Pengaruh luas permukaan
terhadap laju reaksi
Jika
luas permukaan bidang sentuh suatu zat semakin besar maka kemampuan
bersentuhannya akan lebih banyak, sehingga tumbukan akan lebih sering terjadi
dan laju reaksi semakin cepat.
10.
Variabel bebas: Luas
permukaan zat
Variabel
terikat: Perubahan laju reaksi
11.
Molaritas, suhu, dan
luas permukaan sangat berpengaruh dalam laju reaksi. Hal ini dikarenakan
faktor-faktor tersebut mempengaruhi besar kecilnya tumbukan dalam suatu
larutan, sedangkan laju reaksi bergantung kepada besar kecilnya tumbukan.
Semakin besar tumbukan semakin cepat laju reaksi dan sebaliknya. Oleh karena
itu, faktor-faktor tersebut juga berpengaruh dalam laju reaksi.
X.
Daftar Pustaka
Purba, Michael. 2006. Kimia
untuk kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Tim penyusun.2006. Kimia
untuk SMA/MA. Jakarta: Aspirasi.
Catatan dari Pak Karyadi.
Sumber
lain:
Ø http://matematika-ipa.com

Bersama Belajar Ngeblog di sini
BalasHapusInformasi yang menarik silahkan cek juga di
BalasHapusMateri Sekolah
Materi dan contoh soal
Materi Bahasa Indonesia
Contoh Cerpen Horor