Aku percaya ketika pepatah mengatakan kehidupan itu seperti roda yang berputar. kadang manusia berada diatas namun juga ada kalanya manusia itu berada di bawah. aku sangat percaya itu..
ketika manusia itu berada di puncak, dia selalu menjadi pemenang, selalu di puji, selalu di banggakan, selalu di sodor-sodorkan, selalu terpilih, rasanya segala kesenangan ada pada tempat itu. namun ketika manusia itu berada pada posisi itu, manusia itu akan merasa dirinya hebat dan tak tetandingi bahkan manusia itu berlagak sombong. sungguh itu benar-benar buruk jikalau sampai merasakan sombong.
ketika manusia itu berada pada roda bawah, manusia itu akan sedih, menangis, stres, frustasi, bahkan sampai lupa pada tujuan hidupnya. dalam artian, manusia itu mencoba untuk mengakhiri hidupnya. sungguh sangatlah tragis jikalau itu sampai terjadi. menurutku hal itu tidak hanya murni kesalahan dirinya jikalau sampai manusia itu mengakhiri hidupnya. kejadian itu juga karena kesalahan orang lain disekitarnya.kenapa seperti itu? jelas bisa, karena alasan manusia itu mengakhiri hidupnya karena manusia itu mendapat tekanan dari manusia lain disekitarnya, manusia itu di ejek, diremehkan, dihina, dan bahkan dikucilkan. sehingga manusia itu merasa malu dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya. namun pikiran seperti itu sangatlah bodoh. karena manusia itu hanya berpikir pendek. seharusnya posisi tersebut, dijadikan renungan untuk memutar kehidupannya supaya berada pada posisi puncak lagi. dengan demikian semangat untuk bangkit pun akan menjadi lebih besar dan usahanya pun juga akan maksimal. seharusnya yang dilakukan seperti itu dan memang harus seperti itu.
aku merasakan hal itu, ya walaupun aku belum bisa bilang aku pernah berada di puncak. namun pernah merasakan yang namanya dipuji. namun hari ini aku baru menyadari satu hal, bahwa hari ini aku merasa sangat diremehkan.sungguh sakit rasanya. secara tiba-tiba aku merasa aku menjadi manusia yang paling bodoh. sedih, sakit, malu,nangis iya di dalam hati. sekarang pun, detik ini pun aku masih merasakannya. dan dari rasa malu ku ini, aku berpikir untuk mengubah caraku agar aku bisa lebih baik dari sekarang, berada di puncak, dan tentunya mencapai tujuan hidupku. bukan membanggakan diri sendiri, tetapi dengan membanggakan kedua orang tuaku. membuat orang tuaku bangga, membalas budi baik mereka, menyayangi mereka sepenuh hati, menggapaikan cita-cita
mereka. itulah tujuan hidupku saat ini..bismillahirohmanirohim.. mulai detik ini aku rubah caraku demi tujuan hidupku dan menjadi manusia yang lebih baik dan tentunya tidak diremehkan lagi..
bersambung....
tunggu kisah ku selanjutnya :D


waa hiks hiks hiks tetap semangat kakak. hidup itu memang tak selamanya sesuai keinginan
BalasHapus