Minggu, 03 Juli 2016

Kisah Galau Mahasiswa Farmasi

Mahasiswa Farmasi UAD 2013 kelas B
Liburan sudah didepan mata. Para mahasiswa sudah berbondong bondong menyiapkan koper dan bersiap pulang ke kampung halaman. Bertemu sanak saudara dan bernostalgia dengan kawan lama. Tradisi ini selalu kami lakukan setiap tahunnya. Menyambut lebaran dan liburan akhir semester. Namun kali ini berbeda. Liburan kali ini hanya untuk mnyambut lebaran. Tidak untuk akhir semester. Karena kali ini kami melasanakan ujian akhir semester ketika usai lebaran.
   
Berbedanya sistem liburan kali ini membuat beberapa mahasiswa terutama mahasiswa luar jawa mengalami kegalauan. Ya galau karena bingung untuk pulang ke kampung halamannya ketika libur lebaran atau saat libur semester. Beberapa mahasiswa luar jawa bercerita kepada saya tentang kegalauannya tersebut.  Dengan santai saya pun menjawab, "Ya pulang aja saat libur keduanya." Namun jawabanku tak diterima oleh mereka. Jelas karena tiket pulang mereka tidak hanya seharga nasi telur 6000an. Ratusan bahakan jutaan mereka keluarkan demi bertemu keluarga tercinta.


Kegalauan akan pulang sangat dirasakan oleh beberapa Mahasiswa Farmasi UAD semester 6. Kenapa? Ya karena beberapa dari mereka harus rela tidak pulang demi tugas mereka, Skripsi. Penelitian untuk skripsi mereka membuat liburan dan lebaran mereka tersita. Saat lebaran misalnya, yang seharusnya mereka kumpul dengan sanak keluarga, namun mereka sudah berencana untuk menjalankan penelitiannya tersebut saat hari raya nanti. Hal ini terlihat jelas pada mereka yang sampai saat ini mereka masih berkeliaran di laboratorium kampus 3 UAD. Menggunakan jas labaoratorium dan memanjakan tikus tikus penelitian mereka.

Jika mahasiswa luar jawa galau akan ketidakpulangan karna skripsi dan binggung akan memilih jadwal pulang, lain halnya dengan mahasiswa jawa yang tinggal di area jogja. Termasuk saya yang notabennya orang jogja tulen. Bagi kami, kegalauan juga menyelimuti diri kami. Bagaimana tidak, karena kami diberikan mandat untuk mengerjakan skripsi penelitian kami dikala mahasiswa lain mudik ke kampung halamannya. Ini justru sangat menggalaukan kami karena tiap hari kami harus selalu ke laboratorium hingga saat hari lebaran nanti datang. Memang ini tidak terlalu menggalaukan bagi mahasiswa yang tinggal diarea kampus UAD. Namun berbeda halnya bagi saya yang tinggal  25 km dari kampus orange tersebut. Setiap hari harus mengeluarkan 1 liter bensin, tidak ikut liburan keluarga, dan lagi lagi untuk skripsi penelitian kami tersebut. setiap mandi dan menyalakan sepeda motor saya selalu ditanya. "Kamu mau kemana ?" dan jawaban saya selalu sama tiap harinya, "ke kampus."

Dulu saya sering mampir kerumah nenek ketika usai kuliah. namun akhir akhir ini jarang bahkan bisa 2 minggu sekali saya kesana. salah satu alasannya karena sedang disibukan dengan skripsi penelitian ini. sampai-sampai ketika saya singgah kerumah nenek saya. nenek saya bilang,"kok gayamen ora tau mampir." yang dalam bahasa indonesianya dapat diartikan "kok sombong amat tidak pernah mampir."agsk terkejut memang ketika orang terdekat (nenek saya) berkata seperti itu. Namun dengan beberapa penjelasan keluarga cukup paham dengn kondisi saya saat ini.


Disisi lain kami mengerjakan skripsi penelitian kami dengan ikhlas dan tanggung jawab. Karena dengan begitu kami akan lebih cepat menyelesaikannya dan cepat lulus dari kampus orange tersebut. 

cieee.. haha.. salam
silvi

0 komentar:

Posting Komentar