![]() |
| Mahasiswa Farmasi UAD 2013 kelas B |
Liburan
sudah didepan mata. Para mahasiswa sudah berbondong bondong menyiapkan koper
dan bersiap pulang ke kampung halaman. Bertemu sanak saudara dan bernostalgia
dengan kawan lama. Tradisi ini selalu kami lakukan setiap tahunnya. Menyambut
lebaran dan liburan akhir semester. Namun kali ini berbeda. Liburan kali ini
hanya untuk mnyambut lebaran. Tidak untuk akhir semester. Karena kali ini kami
melasanakan ujian akhir semester ketika usai lebaran.
Berbedanya
sistem liburan kali ini membuat beberapa mahasiswa terutama mahasiswa luar jawa
mengalami kegalauan. Ya galau karena bingung untuk pulang ke kampung halamannya
ketika libur lebaran atau saat libur semester. Beberapa mahasiswa luar jawa
bercerita kepada saya tentang kegalauannya tersebut. Dengan santai saya pun menjawab, "Ya
pulang aja saat libur keduanya." Namun jawabanku tak diterima oleh mereka.
Jelas karena tiket pulang mereka tidak hanya seharga nasi telur 6000an. Ratusan
bahakan jutaan mereka keluarkan demi bertemu keluarga tercinta.
Kegalauan
akan pulang sangat dirasakan oleh beberapa Mahasiswa Farmasi UAD semester 6.
Kenapa? Ya karena beberapa dari mereka harus rela tidak pulang demi tugas
mereka, Skripsi. Penelitian untuk skripsi mereka membuat liburan dan lebaran
mereka tersita. Saat lebaran misalnya, yang seharusnya mereka kumpul dengan
sanak keluarga, namun mereka sudah berencana untuk menjalankan penelitiannya
tersebut saat hari raya nanti. Hal ini terlihat jelas pada mereka yang sampai
saat ini mereka masih berkeliaran di laboratorium kampus 3 UAD. Menggunakan jas
labaoratorium dan memanjakan tikus tikus penelitian mereka.
Jika
mahasiswa luar jawa galau akan ketidakpulangan karna skripsi dan binggung akan
memilih jadwal pulang, lain halnya dengan mahasiswa jawa yang tinggal di area
jogja. Termasuk saya yang notabennya orang jogja tulen. Bagi kami, kegalauan
juga menyelimuti diri kami. Bagaimana tidak, karena kami diberikan mandat untuk
mengerjakan skripsi penelitian kami dikala mahasiswa lain mudik ke kampung
halamannya. Ini justru sangat menggalaukan kami karena tiap hari kami harus
selalu ke laboratorium hingga saat hari lebaran nanti datang.
Memang ini tidak terlalu menggalaukan bagi mahasiswa yang tinggal diarea kampus UAD. Namun berbeda halnya bagi saya yang tinggal 25 km dari kampus orange tersebut. Setiap
hari harus mengeluarkan 1 liter bensin, tidak ikut liburan keluarga, dan lagi lagi untuk skripsi penelitian
kami tersebut. setiap mandi dan menyalakan sepeda motor saya selalu ditanya. "Kamu mau kemana ?" dan jawaban saya selalu sama tiap harinya, "ke kampus."
Dulu saya sering mampir kerumah nenek ketika usai kuliah. namun akhir akhir ini jarang bahkan bisa 2 minggu sekali saya kesana. salah satu alasannya karena sedang disibukan dengan skripsi penelitian ini. sampai-sampai ketika saya singgah kerumah nenek saya. nenek saya bilang,"kok gayamen ora tau mampir." yang dalam bahasa indonesianya dapat diartikan "kok sombong amat tidak pernah mampir."agsk terkejut memang ketika orang terdekat (nenek saya) berkata seperti itu. Namun dengan beberapa penjelasan keluarga cukup paham dengn kondisi saya saat ini.
Disisi
lain kami mengerjakan skripsi penelitian kami dengan ikhlas dan tanggung jawab.
Karena dengan begitu kami akan lebih cepat menyelesaikannya dan cepat lulus
dari kampus orange tersebut.
cieee.. haha.. salam
silvi


0 komentar:
Posting Komentar