“Dim,
lo dipanggil Pak Jaka tuh.” Panggil Cindy temen sekelas Dimmy.
“Hah,
ada apa emang?”
“Gue
juga gak tau. Gue Cuma disuruh doang”
“oke,
thanks Cin”.
Dimmy adalah siswa kelas 12 IPA 1 di
SMA Alrifa. Dia dikenal sebagai siswa teladan dengan paras wajahnya yang tak
terlalu jelek bagi seorang wanita umumnya. Dia juga dikenal sebagai seseorang
yang baik hati dan suka menolong, tidak sombong pula. Dimmy pun hanya dilahirkan
dari keluarga sederhana. Tidak kaya dan tidak miskin. Ayahnya bekerja sebagai
karyawan dan Ibunya seorang guru TK.
Dengan penuh
rasa penasaran Dimmy melangkahkan kakinya menuju ruang guru. Sampainya disana
dia mencari-cari pak
Jaka. Pak Jaka adalah Guru BK SMA Alrifa yang dikenal
killer dikalangan SMA Alrifa.
“Bapak manggil saya?” Kata Dimmy dengan
nada suaranya yang agak gemetar.
“Oh Dimmy, silakan duduk dulu”
“terimakasih pak, tapi kenapa bapak manggil
saya?”
“Begini, soal pendaftaranmu ke 5
universitas terbaik di Asia, dan kamu berhasil masuk disalah satu universitas
itu. Kamu mendapat beasiswa sampai lulus ke Seoul University.”
“Hah, yang bener pak. Ini nyata kan pak.
Beasiswa . . .aaaaa....!!” Teriak Dimmy dengan nada sangat sangat gembira.
Sampai
dirumah Dimmy langsung menceritakan semua pada ibunya. Mendengar itu ibunya
ikut gembira. Ibunya junga langsung menyetujui keinginan anaknya itu. Karena
lanjut ke jurusan ekonomi di negri gingseng itu adalah keinginan Dimmy sejak
dulu. Alhasil Dimmy pun tambah senang dengan keputusan dari ibunya. Dimmy
menuju ke kamarnya dan dia mulai merapikan barang-barang yang akan dia bawa ke
korea. Dia mulai menyusun rencana untuk kehidupannya disana kelak. Dia juga
mulai mengabari sahabat-sahabatnya tentang keakanpergiannya ke korea. Bagai cinderella
yang pergi ke pesta. Mungkin itu gambaran perasaannya saat ini.
Malam mulai
datang. Ayah Dimmy pun sampai dirumah dengan wajahnya yang kelihatan capek dan
sangat lelah. Saat melihat kepulangan ayahnya itu, Dimmy sudah tak sabar untuk
menceritakan tentang beasiswanya. Begitu
antusiasnya Dimmy untuk bercerita.
“Ayah....ayah
tau nggak, ada cerita bagus banget lo hari ini.”
“cerita apa?
Nanti ya nak ayah capek sekali saat ini.” Kata ayah Dimmy sambil mengelus-elus
ramput anaknya. Ya Dimmy itu memang anak semata wayang dan sangat dekat dengan
ayahnya dan ayahnya pun sangat memanjakannya.
“aaa, pokoknya
ayah harus dengerin ceritaku dulu.” Akhirnya hati ayahnya luluh dan mulai
mendengarkan cerita anaknya. Dari A sampai Z, Dimmy bercerita dengan penuh
antusias dan kegembiraannya saat itu. Saat itu pula suasana hatinya langsung
berubah 1800. Dari yang tadinya sangat-sangat gembira menjadi
sangat-sangat sedih dan kecewa. Karena Saat itu ayahnya langsung merespon
dengan kata “tidak”. Ya maksud Ayah Dimmy adalah tidak mengizinkannya pergi ke
luar negeri. Memang Ayah Dimmy sangat memanjakannya, tapi Beliau juga dikenal
sebagai sosok ayah yang sangat berpendirian kuat, sangat berhati-hati dalam
mengambil keputusan, dan beliau sangat menjaga anak semata wayangnya itu.
Hanya dengan
kata “tidak” ayah Dimmy langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan
anaknya, Dimmy. Dimmy nggak yakin dengan jawaban ayahnya. Dia mengejar ayahya
dan minta penjelasan. Sialnya, Dimmy malah kena marah dan tetap tidak
mendapatkan izin. Shock, kaget nggak percaya kalo ayahnya sebegitu marahnya. Dimmy
mulai menangis dan lari kekamarnya. Dia benar-benar kecewa dan bagaikan jatuh
dari langit. “Ya Allah, kenapa seperti ini.” Rintihan Dimmy disela-sela
tangisannya.
Matahari pagi
mulai menampakkan dirinya. Tapi Dimmy hanya berdiam dikamarnya dengan mata
sembab dan sedikit pucat. Ibunya datang dan menyruhnya makan. Dimmy menolak dan
masih dengan posisi menangis.
“Ibu tau kamu
sangat kecewa. Tapi kamu harus makan, mungkin kemarin ayah masih capek jadi
nggak bisa ngendaliin emosinya.”
“tapi ibu kan
tau kalo ayah bilang enggak pasti enggak. Padahal kan ini kesempatan emas ibu.
Kalo kayak gini jadinya harusnya ibu kemarin nggak usah ngizinnin aku. Aku kan
jadi berharap besar bu.”
“hah, kamu benar
ini salah ibu juga. Sekarang makan dulu yuk, nanti ibu bantu bilang sama ayah.”
Dengan berbagai
bujukan dari ibunya akhirnya dia mau makan.
Dimeja makan itu hanya terdengar suara sendok. Dimmy lagi marah sama
ayahnya jadi tak berkata stu katapun. Saat Dimmy mulai menyantap satu sendok
makannya, tiba-tiba ayahnya berkata, “Kamu tetap di Indonesia.” Begitu
mendengar itu Dimmy lari ke kamarnya lagi dan ibunya langsung menyela perkataan
suaminya. “Ayah...dia itu baru mau makan, lupakan itu dulu kenapa.” Ayah dan
Ibu Dimmy berbicang panjang lebar dan sedikit ada pertengkaran sampai ayah
Dimmy meninggalkan rumah untuk pergi
kerja. Tak sengaja pertengkaran tadi terdengar Dimmy. Dimmy sedih mendengar itu
semua. Dia mengurung diri seharian dikamarnya sampai-sampai dia bolos sekolah karena memang dia lagi nggak
enak badan.
“Ayah pulang.”
Terdengar suara kepulangan ayahnya sore itu. Tapi tak ada sapaan dari Dimmy dan
istrinya saat itu. Karena mereka bertiga lagi dalam posisi marahan.
Setelah selesai
mandi, Ayah Dimmy menuju ruang keluarga untuk nonton tv dan menyegarkan pikirannya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu dari kamar Dimmy. Ya Dimmy keluar dari kamarnya
dan menghampiri ayahnya. Dimmy duduk disamping ayahnya. Setengah jam berlalu
dan mereka berdua tetap dalam posisi diam. Akhirnya percakapanpun dimulai dari
dimmy. “Ayah....” hanya dengusan yang didegar Dimmy. Tiga kali Dimmy memanggil
ayahnya dan respon ayahnya tetap sama. “Ayah, Dimmy mau ngomong sama ayah.
Gara-gara Dimmy, Ayah dan Ibu jadi nggak akur. Dimmy minta maaf yah.Dimmy.....”
kata-kata Dimmy tehenti sejenak dan melanjutkannya lagi dengan agak ragu dan
terbata-bata. “Dimmy udah m-u-t-u-s-in, kalo Dimmy mau nurutin perkataan ayah.
Dimmy mutusin untuk ngelepas beasiswa itu,
Dimmy nggak mau kualat gara-gara nggak nurut kata orang tua.” Ayah Dimmy
tetap diam, tak ada respon sama sekali walaupun Dimmy sudah
memanggil-manggilnya. Lau akhirnya Ayah Dimmy angkat bicara.
“Kamu yakin
dengan keputusanmu. Bukannya kuliah disana adalah impianmu?”
“Memang kuliah
di seoul university itu adalah cita-cita dan mimpiku yah. Tapi mau gimana lagi,
semua akan jadi sia-sia kalo nggak dapet restu dari orang tua. Selain itu Dimmy
nggak mau kualat.”
“Kamu yakin,
nggak nyesel? ikhlas mau nurut perkataan Ayah?”
“nyesel ya pasti
yah. Tapi Dimmy ikhlas kok yah, tapi sekarang ayah harus baikan sama ibu.”
“loh ikhlas kok
pakai tapi?”
“tapi Dimmy tu
beneran ikhlas dan Dimmy mau Ayah baikan sama Ibu.”
Tiba-tiba ibu
Dimmy datang dan bilang kalo mereka sebenarnya udah baikan. Dimmy senang
mendengar itu, walauun hatinya masih sedih karena melepa cita-cita yang sudah
didepan mata. Namun dia lebih gembira karena orang tuanya telah akur lagi.
Bereka bertiga bercanda lagi seperti biasa dan tiba-tiba raut muka Ayah Dimmy
menjadi sangat serius.
“Dimmy,
sebenarnya ayah sudah memikirkan ini dari semalem. Seoul University adalah
cita-citamu bukan?
“udah dong yah,
Dimmy nggak mau bahas itu lagi.”
“enggak, Ayh
Cuma mau bilang kalo ayah nggak mau diangga ayah yang menghalangi cita-cita
anaknya.”
“maksud ayah?”
“iya, ayah
ngizinin kamu kuliah di negara itu.”
^_^
.jpg)

titanium muzzle brake 2.12.0 APK - TITanium-ART.com
BalasHapusDescription; micro touch hair trimmer Material; Weight; Projectile (Pulse Width; Depth; ion titanium hair color Surface; Depth; Height; can titanium rings be resized Depth; Surface; womens titanium wedding bands Depth; titanium charge Color; Weight; Surface; Length; Size