Jumat, 12 Oktober 2018

Terjebak di Farmasi ??


Kegalauan setelah menyelesaikan studi di jenjang SMA merupakan hal wajar.  pasalnya impian dan masa depan ditentukan setelah mereka lulus dari bangku SMA. Ada yang pengen kerja , ada juga yang pengen kuliah. Kebanyakan dari  lulusan SMA ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Penetuan jurusan untuk kuliah pun menjadi titk kegalauan mereka.  Seperti aku  yang pernah mengalami kegalauan dalam menentukan jurusan saat kuliah. Oke, disini aku akan menceritakan mengenai masa2 kegalauan pemilihan jurusan hingga mendapatkan perkuliahan dan prospek dari jurusanku sekarang ini. Cerita ini pernah ku tulis disalah satu blog tentang jurusan kuliah gitu tapi hanya beda judul saja. Nah, diblogku ini ku share lagi mengenai ceritaku di farmasi. Well, mungkin ini yang ditunggu-tunggu dan pasti banyak pertanyaan dari temen-temen yang ingin melanjutkan kuliah.

 “apa itu farmasi?” 

“kenapa di UAD?” 
 
“dimana itu UAD?” 

“bagaimana kuliah di farmasi?”

“bagaimana prospek kerjanya?”


Mungkin masih banyak lagi pertanyaan dari teman-teman semua. Tenang jawabanya akan aku ceritakan.
Pertama, aku mau jujur dulu bahwa awalnya Farmasi bukanlah impianku saat dulu aku lulus SMA. Bahkan tidak ada terlintas sedikitpun aku untuk masuk farmasi. Nah kenapa bisa masuk farmasi? Bisa dibilang ini suatu kecelakaan. Kok bisa? Jadi, Saat lulus SMA, layaknya siswa lain aku mencoba ikut SNMPTN (kalo saat jamanku dulu adalah jalur raport) dan ujian SBMPTN serta ujian masuk Poltekes yogyakarta. Saat itu jurusan yang aku inginkan adalah gizi kesehatan. Namun karena memang tidak beruntung, jadi aku dinyatakan tidak lolos SNMPTN untuk gizi kesehatan UGM. Setelah itu, aku tidak patah semangat dong untuk mencoba ujian masuk lainnya. Nah, saat masih menunggu pengumuman SBMPTN, aku mencoba memasukan raportku di fakultas farmasi UAD. Ya, aku mendaftar melalui jalur raport. Nah , kenapa sih kok milih UAD? Kan itu swasta? Jika ada pertanyaan seperti itu, maka jawabanku sejujurnya adalah karena  peluang diterima di universitas swasta itu sangat besar. Namun bukan karena alasan klasik itu saja, tetapi alasan lain yang menjadikan farmasi UAD pilihanku karena farmasi merupakan fakultas terbaik dan juga merupakan salah satu fakultas farmasi terbaik di Yogyakarta yang telah terakreditasi A, jadi aku memutuskan untuk memilih farmasi. satu hari setelah ku masukan berkas raportku, diumumkanlah hasilnya. pengumuman tersebut menyatakan bahwa aku lolos dan diterima menjadi mahasiswa Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lolos, aku masih berharap akan pengumuman SBMPTN dan ujian masuk poltekes ku di gizi kesehatan. Namun, karena memang bukan takdir, aku dinyatakan tidak lolos dikeduanya. So, apa boleh buat akhirnya aku menjatuhkan pilihanku untuk masuk di Fakultas Farmasi UAD. 

Bagaimana awal menjadi mahasiswa baru dan apa itu farmasi?
Oke, saat pertama masuk kuliah menjadi seorang mahasiswa baru atau maba, jujur aku masih setengah hati. Itu semua karena saat awal masuk perkuliahan, mata kuliah yang ku temui berbau kimia. Entah kimia dasar, kimia organic, kimia medicinal, dan bla bla. Semua kimia-kimia itu adalah mata pelajaran yang tidak aku sukai saat SMA. Namun, seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa dengan kimia dan aku pun mulai nyaman kuliah di farmasi. Alasan lain yang membuat aku mulai nyaman yaitu, setelah mendengar cerita kawan-kawanku, bahwa masuk farmasi UAD itu susah dan katanya banyak yang tidak diteriama. Dari situ mulailah aku berfikir, “oo aku beruntung bisa masuk sini (red. Farmasi) tanpa jalur test.” Akhirnya aku tetap bertahan hingga sampai titik ini. Itu sedikit cerita saat awal masuk di farmasi. Nah, selanjutnya mungkin banyak temen-temen bertanya apa sih farmasi? oke lanjut ya ceritanya.
So, Farmasi merupakan suatu bidang professional kesehatan yang memiliki tanggung jawab dalam memastikan keamanan dan keefektifan suatu obat. Di farmasi bakal banyak belajar mengenai obat, khasiatnya, kerja obat di dalam tubuh hingga sampai efek obat setelah digunakan. Nama Mata kuliahnya adalah farmakoterapi, farmakologi dan farmakokinetik.  Selain obat-obat, di farmasi juga belajar tentang kimia. Jadi buat kalian para pecinta kimia cocok nih masuk farmasi. Eits, jangan sedih dulu, buat yang tidak suka kimia juga bisa masuk farmasi. Buktinya aku masih bertahan hingga sekarang. Di farmasi ada juga mempelajari bahasa latin. “Wee keren nih”. Itu kesan pertamaku ketika belajar bahasa latin.  Karena jadi nambah wawasan bahasa, gak cuma Bahasa Indonesia,     Bahasa Jawa, Bahasa Inggris tapi juga Bahasa Latin. Keren kan! Gunanya apa bahasa latin? Jadi bahasa latin ini biasa digunakan dalam penulisan resep. Memang benar yang diperbolehkan menulis resep hanyalah dokter. Tetapi seorang apoteker diwajibkan untuk bisa membaca resep, sehingga bahasa latin perlu dipelajari di farmasi. Sebagai seorang apoteker juga dituntut untuk bisa membuat obat, sehingga saat kuliah pun juga mempelajari formulasi atau pembuatan obat dan tekniknya. Mata kuliahnya dinamakan formulasi sediaan padat, cair, semi padat dan steril.

Kok sibuk sekali ya kuliah di farmasi? gak bisa ikut organisasi lain dong?
Berdasarkan penjabaranku mengenai dunia farmasi memang terkesan sibuk sekali. Aslinya sih lumayan sibuk, tapi masih bisa kok berinteraksi dengan dunia selain farmasi. Karena seperti yang telah kita ketahui bahwa seorang mahasiswa harus bisa mempelajari ilmu lain selain jurusan yang digeluti. Seorang mahasiswa pun dituntut untuk berorganisasi agar dapat disebut sebagai kaum intelektual. Well, mahasiswa farmasi pun bisa juga berorganisasi, tergantung bagaimana cara membagi waktunya. Aku pun juga seperti itu, selain sibuk kuliah di farmasi aku juga mengikuti organisasi diluar dunia farmasi.  

Setelah lulus kerjanya dimana?
Jawabannya bermacam-macam tinggal temen-temen pengennya dimana. Menurut beberapa senior dan dosen, prospek kerja di farmasi itu sangat luas. Sebelum ke prospek kerja, ada beberapa tahap wajib yang harus dilalui.
Apa itu?
Setelah dinyatakan lulus sarjana muda farmasi, gelar yang diperoleh adalah S.Farm.  gelar ini dapat diperoleh minimal 3.5 tahun. Namun setelah selesai S.Farm, seorang farmasist perlu mealanjutkan profesi apoteker agar memperoleh gelar Apt. gelar ini merupakan gelar wajib karena untuk dapat diakui sebagai seorang tenaga kerja apoteker, farmasist harus melalui tahap ini. Profesi apoteker dapat ditempuh kurang lebih selama 1 tahun. Layaknya seorang dokter, untuk mendapatkan gelar apoteker juga harus melalui tahap ujian kompetensi. Ujian kompetensi ini kayak ujian nasional, jadi seindonesia serentak melakukan ujian ini.
Selanjutnnya mengenai prospek kerja di farmasi sangat luas. Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya. Seorang apoteker bisa kerja di pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit dan apotek. Nah jika temen-temen suka bisnis, apoteker juga bisa menjadi pebisnis dengan mendirikan apotek. Selain itu, apoteker bisa bekerja di kementrian kesehatan, dinas kesehatan, Badan/ Balai pengawasan obat dan makanan (BPOM), bekerja di pabrik/ industri obat dengan menjadi seorang manager, menjadi dosen, peneliti dan masih banyak lagi.

ini sedikit ceritaku sih, mungkin bisa ngebantu adek-adek yang baru lulus SMA dan galau mau kuliah dimana. okee, semoga mendapat pencerahan dari ceritaku ya.. see you on my next story......😉😉

0 komentar:

Posting Komentar