Kegalauan setelah
menyelesaikan studi di jenjang SMA merupakan hal wajar. pasalnya impian dan masa depan ditentukan
setelah mereka lulus dari bangku SMA. Ada yang pengen kerja , ada juga yang
pengen kuliah. Kebanyakan dari lulusan SMA
ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Penetuan jurusan untuk kuliah
pun menjadi titk kegalauan mereka.
Seperti aku yang pernah mengalami
kegalauan dalam menentukan jurusan saat kuliah. Oke, disini aku akan
menceritakan mengenai masa2 kegalauan pemilihan jurusan hingga mendapatkan
perkuliahan dan prospek dari jurusanku sekarang ini. Cerita ini pernah ku tulis disalah satu blog tentang jurusan kuliah gitu tapi hanya beda judul saja. Nah, diblogku ini ku share lagi mengenai ceritaku di farmasi. Well, mungkin ini yang
ditunggu-tunggu dan pasti banyak pertanyaan dari temen-temen yang ingin
melanjutkan kuliah.
“apa itu farmasi?”
“kenapa di UAD?”
“dimana itu UAD?”
“bagaimana kuliah di
farmasi?”
“bagaimana prospek
kerjanya?”
Mungkin masih banyak
lagi pertanyaan dari teman-teman semua. Tenang jawabanya akan aku ceritakan.
Pertama, aku mau jujur
dulu bahwa awalnya Farmasi bukanlah impianku saat dulu aku lulus SMA. Bahkan
tidak ada terlintas sedikitpun aku untuk masuk farmasi. Nah kenapa bisa masuk
farmasi? Bisa dibilang ini suatu kecelakaan. Kok bisa? Jadi, Saat lulus SMA,
layaknya siswa lain aku mencoba ikut SNMPTN (kalo saat jamanku dulu adalah
jalur raport) dan ujian SBMPTN serta ujian masuk Poltekes yogyakarta. Saat itu
jurusan yang aku inginkan adalah gizi kesehatan. Namun karena memang tidak
beruntung, jadi aku dinyatakan tidak lolos SNMPTN untuk gizi kesehatan UGM. Setelah
itu, aku tidak patah semangat dong untuk mencoba ujian masuk lainnya. Nah, saat
masih menunggu pengumuman SBMPTN, aku mencoba memasukan raportku di fakultas
farmasi UAD. Ya, aku mendaftar melalui jalur raport. Nah , kenapa sih kok milih
UAD? Kan itu swasta? Jika ada pertanyaan seperti itu, maka jawabanku sejujurnya
adalah karena peluang diterima di
universitas swasta itu sangat besar. Namun bukan karena alasan klasik itu saja,
tetapi alasan lain yang menjadikan farmasi UAD pilihanku karena farmasi
merupakan fakultas terbaik dan juga merupakan salah satu fakultas farmasi
terbaik di Yogyakarta yang telah terakreditasi A, jadi aku memutuskan untuk
memilih farmasi. satu hari setelah ku masukan berkas raportku, diumumkanlah
hasilnya. pengumuman tersebut menyatakan bahwa aku lolos dan diterima menjadi
mahasiswa Fakultas Farmasi UAD. Setelah dinyatakan lolos, aku masih berharap
akan pengumuman SBMPTN dan ujian masuk poltekes ku di gizi kesehatan. Namun,
karena memang bukan takdir, aku dinyatakan tidak lolos dikeduanya. So, apa
boleh buat akhirnya aku menjatuhkan pilihanku untuk masuk di Fakultas Farmasi
UAD.
Bagaimana
awal menjadi mahasiswa baru dan apa itu farmasi?
Oke, saat pertama masuk
kuliah menjadi seorang mahasiswa baru atau maba, jujur aku masih setengah hati.
Itu semua karena saat awal masuk perkuliahan, mata kuliah yang ku temui berbau
kimia. Entah kimia dasar, kimia organic, kimia medicinal, dan bla bla. Semua kimia-kimia
itu adalah mata pelajaran yang tidak aku sukai saat SMA. Namun, seiring
berjalannya waktu aku mulai terbiasa dengan kimia dan aku pun mulai nyaman
kuliah di farmasi. Alasan lain yang membuat aku mulai nyaman yaitu, setelah
mendengar cerita kawan-kawanku, bahwa masuk farmasi UAD itu susah dan katanya
banyak yang tidak diteriama. Dari situ mulailah aku berfikir, “oo aku beruntung
bisa masuk sini (red. Farmasi) tanpa
jalur test.” Akhirnya aku tetap bertahan hingga sampai titik ini. Itu sedikit
cerita saat awal masuk di farmasi. Nah, selanjutnya mungkin banyak temen-temen
bertanya apa sih farmasi? oke lanjut ya ceritanya.
So,
Farmasi merupakan suatu bidang professional kesehatan yang memiliki tanggung
jawab dalam memastikan keamanan dan keefektifan suatu obat. Di farmasi bakal banyak
belajar mengenai obat, khasiatnya, kerja obat di dalam tubuh hingga sampai efek
obat setelah digunakan. Nama Mata kuliahnya adalah farmakoterapi, farmakologi
dan farmakokinetik. Selain obat-obat, di
farmasi juga belajar tentang kimia. Jadi buat kalian para pecinta kimia cocok
nih masuk farmasi. Eits, jangan sedih
dulu, buat yang tidak suka kimia juga bisa masuk farmasi. Buktinya aku masih
bertahan hingga sekarang. Di farmasi ada juga mempelajari bahasa latin. “Wee
keren nih”. Itu kesan pertamaku ketika belajar bahasa latin. Karena jadi nambah wawasan bahasa, gak cuma Bahasa
Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris
tapi juga Bahasa Latin. Keren kan! Gunanya apa bahasa latin? Jadi bahasa latin
ini biasa digunakan dalam penulisan resep. Memang benar yang diperbolehkan
menulis resep hanyalah dokter. Tetapi seorang apoteker diwajibkan untuk bisa
membaca resep, sehingga bahasa latin perlu dipelajari di farmasi. Sebagai
seorang apoteker juga dituntut untuk bisa membuat obat, sehingga saat kuliah
pun juga mempelajari formulasi atau pembuatan obat dan tekniknya. Mata
kuliahnya dinamakan formulasi sediaan padat, cair, semi padat dan steril.
Kok
sibuk sekali ya kuliah di farmasi? gak bisa ikut organisasi lain dong?
Berdasarkan penjabaranku
mengenai dunia farmasi memang terkesan sibuk sekali. Aslinya sih lumayan sibuk,
tapi masih bisa kok berinteraksi dengan dunia selain farmasi. Karena seperti
yang telah kita ketahui bahwa seorang mahasiswa harus bisa mempelajari ilmu
lain selain jurusan yang digeluti. Seorang mahasiswa pun dituntut untuk
berorganisasi agar dapat disebut sebagai kaum intelektual. Well, mahasiswa farmasi pun bisa juga berorganisasi, tergantung
bagaimana cara membagi waktunya. Aku pun juga seperti itu, selain sibuk kuliah
di farmasi aku juga mengikuti organisasi diluar dunia farmasi.
Setelah
lulus kerjanya dimana?
Jawabannya
bermacam-macam tinggal temen-temen pengennya dimana. Menurut beberapa senior
dan dosen, prospek kerja di farmasi itu sangat luas. Sebelum ke prospek kerja,
ada beberapa tahap wajib yang harus dilalui.
Apa itu?
Setelah dinyatakan
lulus sarjana muda farmasi, gelar yang diperoleh adalah S.Farm. gelar ini dapat diperoleh minimal 3.5 tahun.
Namun setelah selesai S.Farm, seorang farmasist perlu mealanjutkan profesi apoteker
agar memperoleh gelar Apt. gelar ini merupakan gelar wajib karena untuk dapat
diakui sebagai seorang tenaga kerja apoteker, farmasist harus melalui tahap
ini. Profesi apoteker dapat ditempuh kurang lebih selama 1 tahun. Layaknya
seorang dokter, untuk mendapatkan gelar apoteker juga harus melalui tahap ujian
kompetensi. Ujian kompetensi ini kayak ujian nasional, jadi seindonesia
serentak melakukan ujian ini.
Selanjutnnya mengenai
prospek kerja di farmasi sangat luas. Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya.
Seorang apoteker bisa kerja di pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, rumah
sakit dan apotek. Nah jika temen-temen suka bisnis, apoteker juga bisa menjadi
pebisnis dengan mendirikan apotek. Selain itu, apoteker bisa bekerja di
kementrian kesehatan, dinas kesehatan, Badan/ Balai pengawasan obat dan makanan
(BPOM), bekerja di pabrik/ industri obat dengan menjadi seorang manager,
menjadi dosen, peneliti dan masih banyak lagi.
ini sedikit ceritaku sih, mungkin bisa ngebantu adek-adek yang baru lulus SMA dan galau mau kuliah dimana. okee, semoga mendapat pencerahan dari ceritaku ya.. see you on my next story......😉😉


0 komentar:
Posting Komentar